Selasa, 07 April 2015

resume film

Nama kelompok : Esty Fidyanita
                             Lisbeth Maretta
                             Tri marinda
                             Rima Purnama Sari


Resume Film: Fast and Furious 6



Film Fast and Furious 6

REPUBLIKA.CO.ID, 12 tahun sejak film pertamanya rilis, seri Fast and Furious kini telah mencapai judul keenam. Mungkin tidak aada yang menyangka, sebuah film dengan premis cerita serta aktor yang biasa-biasa saja mampu menjadi salah satu franchise terlaris sepanjang masa. Sempat dianggap habis ketika film ketiganya, Tokyo Drift (2006), mendapat keuntungan jauh di bawah The Fast and The Furious (2001) dan 2 Fast 2 Furious (2003), Vin Diesel dkk kembali merajai box office lewat Fast and Furious (2009). Puncaknya, ketika Fast Five (2011) meraup pendapatan lebih dari 600 juta Dollar AS di seluruh dunia, dan masuk ke dalam daftar.
Tidak hanya mengandalkan mobil-mobil dengan modifikasi keren dan aksi kebut-kebutan, Fast and Furious terus mengembangkan cerita di tiap sekuel, dan karakter-karakternya pun mengalami pendewasaan. Sutradara Justin Lin, yang mengarahkan seri ini sejak Tokyo Drift, mengerti betul bahwa penonton akan bosan jika Fast and Furious terjebak dalam zona nyaman dan terus menjual cerita yang serupa. Perubahan drastis dimulai dengan kematian karakter Letty dalam film keempat, dan mengkombinasikan balap mobil dengan perampokan di Fast Five.
Bad news for Dom


            Fast and Furious 6 dibuka dengan kelahiran anak Brian (Paul Walker) dan Mia (Jordana Brewster). Hadirnya anggota keluarga baru dalam keluarga Toretto-O’Conner disambut bahagia oleh Dom (Vin Diesel). Namun, kebahagiaan tersebut dirasa semu, karena status mereka sebagai buronan internasional selalu menghantui. Tidak hanya Brian dan Dom, sahabat-sahabat mereka yang tersebar di penjuru dunia juga merasakan yang sama. Sementara itu, Hobbs (Dwayne Johnson), yang melepas kelompok Dom usai merampok di Brasil, bersama Riley (Gina Carano) tengah memburu sebuah organisasi kriminal beranggotakan pengemudi liar dari berbagai negara. Owen Shaw (Luke Evans), pimpinan grup tersebut, melakukan teror di banyak tempat untuk mencapai tujuannya. Hobbs sadar, orang-orang Shaw hanya bisa ditaklukan oleh lawan yang seimbang: kelompok Dom.
Permintaan tolong Hobbs ditolak Dom, namun sebuah foto yang menunjukkan Letty, kekasih Dom yang telah meninggal ternyata masih hidup dan menjadi bawahan Shaw membuatnya berubah pikiran. Dom dan Brian pun segera mengumpulkan sahabat-sahabatnya: Roman (Tyrese Gibson), Tej (Ludacris), Han (Sung Kang), dan Gisele (Gal Gadot). Dengan misi menggagalkan rencana Shaw dan memastikan keberadaan Letty, Dom dan kelompoknya juga meminta satu syarat lagi, yaitu kebebasan dari semua tindak kriminal yang pernah mereka lakukan.
Negotiating their way out


Action-wise, Fast and Furious 6 adalah paket komplit dan akan memuaskan penggemar film aksi. Jika pada Fast Five perampokan menjadi unsur tambahan yang memperkaya cerita, kali ini seni bela diri dan perlengkapan militer berat yang dapat giliran. Dilema Dom yang kembali bertemu Letty di saat ia tengah bersama Elena (Elsa Pataky) pun jadi bumbu cerita menarik.



aJoe Taslim showing off his Judo skills

Kehadiran aktor Indonesia Joe Taslim jelas jadi perhatian utama penonton tanah air, dan ia pun tidak mengecewakan sama sekali. Dengan peran pendukung sebagai anggota kelompok Shaw bernama Jah, Joe Taslim menunjukkan ia tidak demam panggung atau berada di bawah nama-nama besar Hollywood. Ia bahkan mendapat cukup banyak dialog dan sebuah pertarungan seru 1vs2 melawan Han dan Roman (yang ia menangi). Aktor asal Inggris Luke Evans juga patut diberi perhatian sebagai penjahat utama, mengingat seri Fast and Furious sebelumnya dikenal tidak memiliki karakter antagonis yang tangguh dan capable on his own.

"Super Dom"
Kekurangan Fast and Furious 6 bisa berlaku juga sebagai keunggulannya. Adegan-adegan tidak masuk akal dan membuat kening berkerut tersaji lengkap sepanjang film, seperti saat Dom menjadi ‘Superman’ ketika berusaha menyelamatkan Letty, atau landasan pacu pesawat yang seolah tanpa akhir ketika pengejaran Shaw mencapai klimaks. Toh, adegan-adegan semacam itu yang memang penonton harapkan dari seri Fast and Furious, ridiculous but fun to watch.
Poin terpenting Fast and Furious 6 bisa dibilang justru ada di adegan setelah film usai, alias post-credit scene. Adegan ini menghubungkan cerita dalam Tokyo Drift dan karakter Han, serta menjadi pondasi plot untuk sekuel berikutnya. Ya, tepat setelah 7 tahun akhirnya Fast and Furious 6 lah yang menjadi prekuel langsung Tokyo Drift.
Over the top and ridiculously fun actions
Fast and Furious is all about cars and actions. Film keenamnya pun sama sekali tidak meninggalkan identitas franchise ini. Fast and Furious 6 jauh lebih berisik dan heboh dibanding pendahulunya, dengan tingkat keekstriman yang over the top. Namun, itu lah yang membuat seri ini dicintai penggemar: Fast and Furious tidak berusaha untuk menjadi film yang cerdas dan memaksa otak penonton bekerja keras. Enam buah film dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir adalah bukti kuat film brainless dan straightforward seperti Fast and Furious bisa sukses jika digarap dengan benar.

FAKULTAS DIPLOMA III UNIVERSITAS SRIWIJYA



PROFIL FAKULTAS EKONOMI DIPLOMA III UNIVERSITAS SRIWIJAYA







Gambar: Kampus Fakultas Ekonomi D3 Universitas Sriwijaya Palembang

 
            Fakultas Ekonomi didirikan pada tanggal 31 Oktober 1953 di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti yang berstatus swasta. Kemudian, menjelang peresmian Universitas Sriwijaya pada tanggal 17 September 1960, Fakultas ini diserahkan oleh pihak Yayasan kepada Universitas Sriwijaya beserta seluruh mahasiswa, dosen, dan pegawai administrasinya, yang kemudian merupakan cikal bakal Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Pada saat peresmian Universitas Sriwijaya, 3 November 1960 (PP Nomor: 42 Tahun 1960 tanggal 29 Oktober 1960), Fakultas ini hanya mempunyai satu jurusan, yaitu Jurusan Ekonomi Perusahaan yang kemudian diubah menjadi Jurusan Manajemen.
            Tanggal 14 Februari 1961 dibuka Fakultas Ekonomi cabang Lampung, dan pada tahun 1963 memisahkan diri dari Fakultas Ekonomi Unsri. Berdasarkan SK Rektor Nomor: 4263/A/I/1965 dibuka Fakultas Ekonomi cabang Bangka, dan pada tanggal 22 November1983 ditutup.
            Tahun akademik 1962/1963 Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya membuka 2 jurusan baru, yaitu Jurusan Akuntansi dan Jurusan Umum yang kemudian diubah menjadi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Berdasarkan SK Ditjen Dikti Nomor: 212/Dikti/Kep/1996, sejak 1996, Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan diubah namanya menjadi Jurusan Ekonomi Pembangunan.
            Tanggal 23 November 1965, Fakultas Ekonomi membuka Program Extension dengan Jurusan Ekonomi Perusahaan (sekarang menjadi Jurusan Manajemen). Dalam kurun waktu 1983-1986, program ini tidak menerima mahasiswa baru. Barulah pada tahun akademik 1987 program ini kembali menerima mahasiswa baru. Kemudian, pada tahun akademik 1993/1994 dibuka Jurusan Akuntansi, dan pada tahun akademik 2001/2002 dibuka jurusan Ekonomi Pembangunan. Sejak tahun 2009 Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya tidak ada lagi, ini sesuai dengan surat edaran Dikti Nomor: 595/D5.I/2007 tanggal 27 Februari 2007
            Kegiatan perkuliahan pada awalnya diselenggarakan di kampus Bukit Besar Palembang. Akan tetapi dengan dibangunnya kampus baru di Indralaya, mahasiswa tahun akademik 1993/1994 mulai kuliah di Kampus Indralaya dan sejak tanggal 1 Februari 1995 kegiatan akademik untuk mahasiswa jalur penerimaan pusat (SNMPTN/SBMPTN) seluruhnya diselenggarakan di Kampus Indralaya. Kampus Palembang hanya menyelenggarakan kegiatan akademik untuk mahasiswa jalur penerimaan lokal (USM).
            Fakultas Ekonomi juga menyelenggarakan Program Diploma Tiga (D-III) sejak tahun 1983. Program ini merupakan hasil perubahan lembaga Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan. Adapun program pendidikan ahli ini merupakan passing out Akademi Administrasi Negara pada 1975. Sampai saat ini Program Diploma Tiga (D III) mempunyai dua program studi, yaitu Program Studi Kesekretariatan dan Program Studi Akuntansi, dengan 8 konsentrasi (Akuntansi Keuangan Umum, Akuntansi Perpajakan, Akuntansi Syariah, Akuntansi Keuangan Daerah, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Perbankan Syariah, dan Kesekretariatan)


TUJUAN FAKULTAS EKONOMI DIPLOMA III

    jujur, disiplin, dan menghargai pendapat orang lain serta memiliki integritas kepribadian yang tinggi
2.      Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidangnya
3.    Menguasai konsep dan nilai-nilai ilmiah sehingga mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sebagai ilmuwan yang memiliki wawasan luas dalam lingkungan global
4.  Mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan serta teknologi secara profesional dalam bidang keahliannya melalui kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat
5.      Bersifat terbuka dan tanggap terhadap kemajuan ilmu dan teknologi untuk memecahkan permasalahan lokal, regional, dan global.


KEUNGGULAN PROGRAM DIPLOMA III UNSRI

1.      Mata kuliahnya bertujuan memberikan skill/vokasional
2.      Masa studi 1 tahun (D1), 2 tahun (D2) dan 3 tahun (D3)
3.      Membekali praktik lebih banyak
4.      Tugas akhir berupa kerja praktik dan laporan
5.      Melahirkan tenaga terampil berkualifikasi pendidikan tinggi formal ke dunia usaha/industri
6.      Bergelar Ahli Pratama/A.P. (D1), Ahli Muda/A.Ma (D2) atau Ahli Madya/A.Md. (D3)